jelaskan struktur kulit

jelaskan struktur kulit

blogs.uny.ac.id – Struktur Kulit

Struktur kulit terdiri dari tiga lapisan yaitu : kulit ari (epidermis),

sebagai lapisan yang paling luar, kulit jangat  (dermis, korium atau

kutis) dan jaringan penyambung di bawah kulit (tela subkutanea,

hipodermis atau subkutis)

Sebagai gambaran, penampang lintang dan visualisasi struktur

lapisan kulit tersebut dapat dilihat pada gambar berikut  :

Gambar 3.1

Skema Bagian – Bagian Kulit

  Epidermis

  Dermis

  Hipodermis

Batang

Rambut

Penerima

sensor

Kelenjar

keringat

Serabut syaraf

sensor

Kelenjar Palit

Urat  Syaraf

                                     Kandung Rambut

           (Folikel)

   Vena        Arteri    Akar Rambut60

1. Kulit Ari (epidermis)

Epidermis merupakan bagian kulit paling luar yang paling

menarik untuk diperhatikan dalam perawatan kulit, karena kosmetik

dipakai pada bagian epidermis. Ketebalan epidermis berbeda-beda

pada berbagai bagian tubuh, yang paling tebal berukuran 1 milimeter

misalnya pada telapak tangan dan telapak kaki, dan yang paling tipis

berukuran 0,1 milimeter terdapat pada kelopak mata, pipi, dahi dan

perut. Sel-sel epidermis disebut  keratinosit.  Epidermis melekat erat

pada dermis karena secara fungsional epidermis memperoleh zat-zat

makanan dan cairan antar sel dari plasma yang merembes melalui

dinding-dinding kapiler dermis ke dalam epidermis. Pada epidermis

dibedakan atas lima lapisan kulit, yaitu :

a. Lapisan tanduk (stratum corneum), merupakan lapisan epidermis

yang paling atas, dan menutupi semua lapisan epiderma lebih ke

dalam. Lapisan tanduk terdiri atas beberapa lapis sel pipih, tidak

memiliki inti, tidak mengalami proses metabolisme, tidak berwarna

dan sangat sedikit mengandung air.

Pada telapak tangan dan telapak kaki jumlah baris keratinosit jauh            

lebih banyak, karena di bagian ini lapisan tanduk jauh lebih tebal.

Lapisan tanduk ini sebagian besar terdiri atas keratin yaitu sejenis

protein yang tidak larut dalam air dan sangat resisten terhadap

bahan-bahan kimia. Lapisan ini dikenal dengan lapisan horny,

terdiri dari milyaran sel pipih yang mudah terlepas dan digantikan

oleh sel yang baru setiap 4 minggu, karena usia setiap sel biasanya

hanya 28 hari. Pada saat terlepas, kondisi kulit akan terasa sedikit

kasar sampai muncul lapisan baru.

Proses pembaruan lapisan tanduk, terus berlangsung sepanjang                      

hidup, menjadikan kulit ari memiliki self repairing capacity atau

kemampuan memperbaiki diri. Bertambahnya usia dapat

menyebabkan proses keratinisasi berjalan lebih lambat. Ketika usia

mencapai sekitar 60 tahunan, proses keratinisasi, membutuhkan

waktu sekitar 45 – 50 hari, akibatnya lapisan tanduk yang sudah

menjadi lebih kasar, lebih kering, lebih tebal, timbul bercak-bercak

putih karena  melanosit lambat bekerja dan penyebaran melanin

tidak lagi merata serta tidak lagi cepat digantikan oleh lapisan

tanduk baru.

Daya elastisitas kulit pada lapisan ini sangat kecil, dan lapisan ini

sangat efektif untuk mencegah terjadinya penguapan air dari lapislapis kulit lebih dalam sehingga mampu memelihara tonus dan

turgor kulit, tetapi lapisan tanduk memiliki daya serap air yang

cukup besar.61

b. Lapisan bening  (stratum lucidum) disebut juga lapisan barrier,

terletak tepat di bawah lapisan tanduk, dan dianggap sebagai

penyambung lapisan tanduk dengan lapisan berbutir. Lapisan

bening terdiri dari protoplasma sel-sel jernih yang kecil-kecil, tipis

dan bersifat translusen sehingga dapat dilewati sinar (tembus

cahaya). Lapisan ini sangat tampak jelas pada telapak tangan dan

telapak kaki. Proses keratinisasi bermula dari lapisan bening.

c. Lapisan berbutir  (stratum granulosum) tersusun oleh sel-sel

keratinosit berbentuk kumparan yang mengandung butir-butir di

dalam protoplasmanya, berbutir kasa dan berinti mengkerut.

Lapisan ini tampak paling jelas pada kulit telapak tangan dan

telapak kaki.

d. Lapisan bertaju (stratum spinosum) disebut juga lapisan  malphigi           

terdiri atas sel-sel yang saling berhubungan dengan perantaraan

jembatan-jembatan protoplasma berbentuk kubus. Jika sel-sel

lapisan saling berlepasan, maka seakan-akan selnya bertaju.

Setiap sel berisi filamen-filamen kecil yang terdiri atas serabut

protein. Sel-sel pada lapisan taju normal, tersusun menjadi

beberapa baris.

Bentuk sel berkisar antara bulat ke bersudut banyak (polygonal),

dan makin ke arah permukaan kulit makin besar ukurannya. Di

antara sel-sel taju terdapat celah antar sel halus yang berguna

untuk peredaran cairan jaringan ekstraseluler dan pengantaran

butir-butir melanin. Sel-sel di bagian lapis taju yang lebih dalam,

banyak yang berada dalam salah satu tahap mitosis. Kesatuankesatuan lapisan taju mempunyai susunan kimiawi yang khas; intiinti sel dalam bagian basal lapis taju mengandung kolesterol, asam

amino dan glutation.

e. Lapisan benih  (stratum germinativum atau stratum basale)

merupakan lapisan terbawah epidermis, dibentuk oleh satu baris sel

torak (silinder) dengan kedudukan tegak lurus terhadap permukaan

dermis. Alas sel-sel torak ini bergerigi dan bersatu dengan lamina

basalis di bawahnya. Lamina basalis yaitu struktur halus yang

membatasi epidermis dengan dermis. Pengaruh lamina basalis

cukup besar terhadap pengaturan metabolisme demo-epidermal

dan fungsi-fungsi vital kulit. Di dalam lapisan ini sel-sel epidermis

bertambah banyak melalui mitosis dan sel-sel tadi bergeser ke

lapisan-lapisan lebih atas, akhirnya menjadi sel tanduk.  Di dalam

lapisan benih terdapat pula sel-sel bening (clear cells, melanoblas

atau melanosit) pembuat pigmen melanin kulit.62

Gambar 3.2

Penampang Lapisan Kulit Ari (Epidermis)

Gambar 3.3

Visualisasi Lapisan Kulit Ari (Epidermis)

  Lapisan Tanduk

  Lapisan Bening

  Lapisan Berbutir

Lapisan Taju

Lapisan Tunas

atau Lapisan

Basal63

2. Kulit Jangat (dermis)

Kulit jangat atau dermis  menjadi tempat ujung saraf perasa,

tempat keberadaan kandung rambut, kelenjar keringat, kelenjarkelenjar palit atau kelenjar minyak, pembuluh-pembuluh darah dan

getah bening, dan otot penegak rambut (muskulus arektor pili).

Sel-sel umbi rambut yang berada di dasar kandung rambut,

terus-menerus membelah dalam membentuk batang rambut. Kelenjar

palit yang menempel di saluran kandung rambut, menghasilkan

minyak yang mencapai permukaan kulit melalui muara kandung

rambut. Kulit  jangat sering disebut kulit sebenarnya dan 95 % kulit

jangat membentuk ketebalan kulit. Ketebalan rata-rata kulit jangat

diperkirakan antara 1 – 2 mm dan yang paling tipis terdapat di kelopak

mata serta yang paling tebal terdapat di telapak tangan dan telapak

kaki. Susunan dasar kulit jangat dibentuk oleh serat-serat,  matriks

interfibrilar yang menyerupai selai dan sel-sel.

Keberadaan ujung-ujung saraf perasa dalam kulit jangat,

memungkinkan membedakan berbagai rangsangan dari luar.  Masingmasing saraf perasa memiliki fungsi tertentu, seperti saraf dengan

fungsi mendeteksi rasa sakit, sentuhan, tekanan, panas, dan dingin.

Saraf perasa juga memungkinkan segera bereaksi terhadap hal-hal

yang dapat merugikan diri kita. Jika kita mendadak menjadi sangat

takut atau sangat tegang, otot penegak rambut yang menempel di

kandung rambut, akan mengerut dan menjadikan bulu roma atau bulu

kuduk berdiri. Kelenjar palit yan menempel di kandung rambut

memproduksi minyak untuk melumasi permukaan kulit dan batang

rambut. Sekresi minyaknya dikeluarkan melalui muara kandung

rambut. Kelenjar keringat menghasilkan  cairan  keringat  yang

dikeluarkan ke permukaan kulit melalui pori-pori kulit.

Di permukaan kulit, minyak dan keringat membentuk lapisan

pelindung yang disebut  acid mantel atau sawar asam dengan nilai              

pH sekitar 5,5. sawar asam merupakan penghalang alami yang             

efektif dalam menangkal berkembang biaknya jamur, bakteri dan

berbagai jasad renik lainnya di permukaan kulit. Keberadaan dan

keseimbangan nilai pH, perlu terus-menerus dipertahankan dan dijaga

agar jangan sampai menghilang oleh pemakaian kosmetika.

Pada dasarnya dermis terdiri atas sekumpulan serat-serat elastis

yang dapat membuat kulit berkerut akan kembali ke bentuk semula

dan serat protein ini yang disebut kolagen. Serat-serat kolagen ini

disebut juga jaringan penunjang, karena fungsinya dalam membentuk

jaringan-jaringan kulit yang menjaga kekeringan dan kelenturan kulit. 64

Berkurangnya protein akan menyebabkan kulit menjadi kurang

elastis dan mudah mengendur hingga timbul kerutan. Faktor lain yang

menyebabkan kulit berkerut yaitu faktor  usia atau kekurangan gizi.

Dari fungsi ini tampak bahwa kolagen mempunyai peran penting bagi

kesehatan dan kecantikan kulit. Perlu diperhatikan bahwa luka yang

terjadi di kulit jangat dapat menimbulkan cacat permanen, hal ini

disebabkan kulit jangat tidak  memiliki kemampuan memperbaiki diri

sendiri seperti yang dimiliki kulit ari.

Di dalam lapisan kulit jangat terdapat dua macam kelenjar yaitu

kelenjar keringat dan kelenjar palit.

a. Kelenjar keringat,

Kelenjar keringat  terdiri dari  fundus  (bagian yang melingkar) dan

duet yaitu saluran semacam pipa yang bermuara pada permukaan

kulit membentuk  pori-pori keringat. Semua bagian tubuh dilengkapi

dengan kelenjar keringat dan lebih banyak terdapat dipermukaan

telapak tangan, telapak kaki, kening dan di bawah ketiak. Kelenjar

keringat mengatur suhu badan dan membantu membuang sisa-sisa

pencernaan dari  tubuh. Kegiatannya terutama dirangsang oleh

panas, latihan jasmani, emosi dan obat-obat tertentu. Ada dua jenis

kelenjar keringat yaitu :

1) Kelenjar keringat ekrin, kelenjar keringat ini mensekresi cairan

jernih, yaitu keringat yang mengandung 95 – 97 persen air dan

mengandung beberapa mineral, seperti garam, sodium klorida,

granula minyak, glusida dan sampingan dari metabolisma

seluler. Kelenjar keringat ini terdapat di seluruh kulit, mulai dari

telapak tangan dan telapak kaki sampai ke kulit kepala.

Jumlahnya di seluruh badan sekitar dua juta dan menghasilkan

14 liter keringat dalam waktu 24 jam pada orang dewasa.

Bentuk kelenjar keringat  ekrin langsing, bergulung-gulung dan

salurannya bermuara langsung pada permukaan kulit yang tidak

ada rambutnya.

2) Kelenjar keringat apokrin, yang hanya terdapat di daerah ketiak,

puting susu, pusar, daerah kelamin dan daerah sekitar dubur

(anogenital) menghasilkan cairan yang agak kental, berwarna

keputih-putihan serta berbau khas pada setiap orang. Sel

kelenjar ini mudah rusak dan sifatnya alkali sehingga dapat

menimbulkan bau. Muaranya berdekatan dengan muara

kelenjar sebasea pada saluran folikel rambut. Kelenjar keringat

apokrin jumlahnya tidak terlalu banyak dan hanya sedikit cairan

yang disekresikan dari kelenjar ini. Kelenjar apokrin mulai aktif

setelah usia akil baligh dan aktivitas kelenjar ini dipengaruhi

oleh hormon.65

b. Kelenjar palit,

Kelenjar palit terletak pada bagian atas kulit jangat berdekatan

dengan kandung rambut terdiri dari gelembung-gelembung kecil

yang bermuara ke dalam kandung rambut (folikel). Folikel rambut

mengeluarkan lemak yang meminyaki kulit dan menjaga kelunakan

rambut. Kelenjar palit membentuk sebum atau urap kulit. Terkecuali

pada telapak tangan dan telapak kaki, kelenjar palit terdapat di

semua bagian tubuh terutama pada bagian muka.

Pada umumnya, satu batang rambut hanya mempunyai satu

kelenjar  palit atau kelenjar  sebasea yang bermuara pada saluran

folikel rambut. Pada kulit kepala, kelenjar palit atau kelenjar

sebasea menghasilkan minyak untuk melumasi rambut dan kulit

kepala. Pada kebotakan orang dewasa, ditemukan bahwa kelenjar

palit  atau kelenjar sebasea  membesar sedangkan  folikel rambut

mengecil.  Pada kulit badan termasuk pada bagian wajah, jika

produksi minyak dari kelenjar palit atau kelenjar sebasea

berlebihan, maka kulit akan lebih berminyak sehingga memudahkan

timbulnya jerawat.

Sumber :

Struktur Kulit – Pengertian, Anatomi, Gambar dan Fungsinya

Comments are closed.

Post Navigation