Sejarah penemuan virus merupakan

 

serangkaian proses yang panjang. Jadi tidak sama seperti konsep penemuan lainnya, berbicara soal virus, kita harus memasukkan sejumlah nama tokoh yang memang berjasa dalam proses penemuan virus itu sendiri. Siapa saja? Yang berada di ururtan pertama adalah tokoh bernama Adolf Meyer yang berkebangsaan Jerman. Di tahun 1883, ia tertarik untuk menyelidiki lebih lanjut fenomena yang terjadi pada daun tembakau. Ia mengamati pada daun tersebut terdapat bintik-bintik berwarna kuning. Saat itu, Adolf Meyer menyimpulkan bahwa penyebab gejala pada daun tembakau tersebut adalah organisme yang ukurannya jaug lebih kecil lagi dari bakteri.

Berlanjut pada tahun berikutnya, tepatnya 1892

seorang tokoh bernama Dimitri Ivanowsky yang berasal dari Rusia secara serius mengamati getah pada daun tembakau. Ia mendapati fakta bahwa getah tersebut, meski telah disaring, masih bisa menjadi penyebab penyakit yang di kemudian hari dikenal dengan nama Mosaik. Dimitri kemudian menyimpulkan dua kemungkinan. Pertama, bakteri yang diduganya menjadi penyebab penyakit pada tembakau memproduksi toksin dalam ukuran yang sangat kecil sehingga tidak bisa terfilter saringan. Kemungkinan kedua adalah adanya organisme selain bakteri dalam ukuran yang sangat kecil.

Kemungkinan pertama

tadi kemudian tereliminasi berdasarkan hasil penelitian lanjutan seorang tokoh bernama Martinus Beijerinck. Ia menemukan fakta bahwa getah daun tembakau tadi tidak kehilangan kemampuannya menyebar penyakit setelah ia disaring. Martinus kemudian menyimpulkan bahwa patogen mosaic pada tembakau bukanlah disebabkan oleh bakteri melainkan suatu faktor yang saat itu ia namai Cotagium Vivum Fludium, yakni cairan yang berpotensi membawa penyakit.

Sejarah penemuan virus kemudian berlanjut pada fenomena lainnya

yakni pada tahun 1898, tokoh bernama Forsch dan Loeffler menemukan penyakit pada sapi yang mereka yakini tidak disebabkan oleh organisme yang bisa menembus fikter yang mampu menyaring bakteri. Kedua tokoh tersebut belum mengetahui bahwa penyebabnya adalah virus. Baru pada tahun 1935, Wendell Meredith Stanley yang berasal dari Amerika Serikat berhasil menemukan partikel yang menjadi penyebab penyakit mosaic pda tanaman tembakau. Wendell kemudian mengkristalkan organisme mikroskopik tersebut yang ia namai Virus Mosaik Tembakau.

Partikel yang ditemukan Wendell tersebut merupakan

Virus pertama yang ditemukan di dunia. Jadi, meseki keberadaan virus ini telah diketahui jauh sebelum Wendell, namun bisa dikatakan penemu virus yang pertama kali tetaplah Wendell. Selain menandai sejarah penemuan virus, si penyebab penyakit mozaik tersebut juga dikenal sebagai virus yang berhasil divisualisasikan untuk pertama kalinya dengan menggunakan mikroskop elektron.

Baca Juga :

Ekonomi makro atau makroekonomi adalah

Studi tentang ekonomi secara keseluruhan

Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.
Asal Mula Konsep-konsep Ekonomi Makro
Hingga 1930 sebagian besar analisis ekonomi terfokus pada industri dan perusahaan. Ketika terjadi Depresi Besar pada tahun 1930-an, dan dengan perkembangan konsep pendapatan nasional dan statistik produk, bidang ekonomi makro mulai berkembang. Saat itu, gagasan-gagasan yang terutama berasal dari John Maynard Keynes, yang menggunakan konsepaggregate demand untuk menjelaskan fluktuasi antara hasil produksi dan tingkat pengangguran, sangat berpengaruh dalam perkembangan bidang ini. Keynesianisme didasarkan pada gagasan-gagasannya.


PENGERTIAN PERMASALAHAN EKONOMI 


1. Pandangan Tentang Ekonomi Mikro dan Makro 
Secara garis besar permasalah kebijakan ekonomi makro mencakup dua hal yaitu :a) Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi perekonomian, yaitu tentang inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran.b) Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan ekonomi.Dalam menganalisis ekonomi mikro pada umumnya meliputi bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Mikro ekonomi lebih menitik beratkan pada analisis mengenai masalah membuat pilihan untuk :
a) Mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber ekonomi, danb) Mencapai kepuasan yang maksimum dalam penggunaan sumber-sumber tersebut.
Dalam teori ekonomi mikro pada hakikatnya menerangkan bagaimana sesuatu masyarakat yang memiliki faktor-faktor produksi yang terbatas, mempunyai keinginan untuk memperoleh barang dan jasa yang maksimum, yaitu dengan membuat berbagai pilihan dalam memproduksi dan mengkonsumsi sehingga kepuasan dan kesejahteraan masyarakat dapat dimaksimumkan.
Dalam membahas teori ekonomi mikro dapat dikemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang :
a) Apakah jenis-jenis barang dan jasa yang akan diproduksi ?b) Bagaimanakah caranya memproduksi berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan tersebut ?c) Untuk siapakah berbagai barang dan jasa itu diproduksi ?
Sedang dalam ekonomi makro lebih global atau menyeluruh meliputi perubahan-perubahan keseluruhan dalam kegiatan ekonomi. Makro ekonomi menerangkan tentang :
a)  Pentingnya segi permintaan dalam menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomianb) Pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan kegiatan perekonomian pada tingkat yang terkendali.
Dalam membahas ekonomi makro menerangkan beberapa masalah penting yang berlaku di dalam perekonomian, seperti pertanyaan berikut :
a) Mengapa setiap negara menghadapi masalah pengangguran ?b) Mengapa masalah kenaikan harga-harga berlaku, yang sering kali juga diikuti oleh masalah pengangguran ?c) Mengapa kegiatan perekonomian tidak mengalami pertumbuhan secara cepat ?d) Mengapa kegiatan perekonomi tidak mengalami perkembangan yang stabil ?
Pada mazab klasik, Adam Smith dan Keynes tidak banyak membuat analisis tentang masalah penggaguran, inflasi, ketidakstabilan ekonomi dan perubahan ekonomi. Hal ini dikarenakan bahwa mereka memiliki keyakinan tentang sistem pasar bebas akan mewujudkan tingkat kegiatan ekonomi yang efisien dalam jangka panjang. Penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu tercapai dan perekonomi akan mengalami kesetabilan. John Maynard Keynes berpendapat bahwa pengeluaran agregate yaitu pembelanjaan masyarakat ke atas barang dan jasa, adalah faktor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai oleh suatu negara. Untuk itu kebijaksanaan pemerintah diperlukan untuk menciptakan penggunaan tenaga kerja yang penuh dan kestabilan perekonomian.
Analisis ekonomi makro menunjukkan tentang bagaimana pengeluaran agregate (permintaan agregate) dan penawaran agregate akan menentukan keseimbangan dalam perekonomian. Empat komponen pengeluaran agregate dibedakan :


Pengeluaran konsumsi rumah tangga

b)      Investasi perusahaan-perusahaanc)      Pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah.d)     Ekspor
Masalah ekonomi mikro : selama dasawarsa, selain harga mobil merosot dibanding dengan harga lain. Dalam ekonomi mikro berusaha mencari sebab dan akibat perubahan tersebut dalam harga relatif.
Masalah ekonomi makro : Selama dasawarsa selain perubahan relatif terhadap harga barang, harga mobilpun ternyata mengikuti kecenderungan umum dari semua harga untuk terus meningkat. Mengapa tingkat harga relatif stabil atau melonjak dalam beberapa periode ? Dalam makro ekonomi berusaha memahami sebab dan akibat perubahan tersebut dalam tingkat harga umum.
2. Garis Besar Perkembangan Ilmu Ekonomi 
Penelahan ekonomi telah dilakukan orang sejak masa Aristoteles (350 BC), saat itu ekonomi dipelajari pada tingkat yang mendasar secara filosofis, tetapi baru tahun 1776 dianggap sebagai disiplin ilmu dengan terbitnya buku An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of the Nation oleh Adam Smith. Ahli-ahli ekonomi yang menganut Adam Smith ini kemudian dikenal dengan kelompok Klasik. Tradisi klasik inilah yang merupakan dasar perkembangan ilmu ekonomi mikro. Depresi besar tahun 1930-an yang melanda dunia melahirkan ekonom baru yaitu J.M. Keynes dengan bukunya General Theory of Employment, Interest and Money yang kemudian menjadi dasar perkembangan teori ekonomi makro. Jika kelompok Klasik mendasarkan pada berkerjanya mekanisme pasar persaingan maka kelompok Keynesian menganggap perlu campur tangan dalam kegiatan perekonomian. https://www.murid.co.id/pengertian-analisis-swot-fungsi-manfaat-dan-matriks/

Struktur Bakteri Terbagi Menjadi Dua Yaitu:

Struktur Bakteri

  1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan
  2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.
  1. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis).
  2. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein, bersifat semipermeable, berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat ke dalam sel.
  3. Sitoplasma adalah cairan sel, merupakan tempat berlangsungnya reaksi metabolik bersifat koloid tida encer namun juga tidak pekat sehingga isinya tentu hanya air .
  4. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA.sebagai tempat sintesis protein.
  5. Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan
  6. Mesosom terbentuk dari membran sel yang tidak membentuk lipatan. Organel ini berfungsi sebagai pengganti mitocondria .
  7. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air. Kapsul atau lapisan lendir merupakan bahan kental yang mengelilingi dinding sel bakteri. Kapsul penting bagi bakteri karena merupakan pelindung dan sebagai penyimpan cadangan makanan. Pada bakteri penyebab penyakit, kapsul dapat berfungsi meningkat kan kemampuan bakteri dalam menginfeksi inangnya atau dengan kata lain meningkatkan daya virulensi.
  8. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
  9. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fungsi pili adalah sebagai pintu gerbang bagi masuknya materi genetik selama perkawinann dan untuk membantu melekatkan diri pada jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan sumber nutriennya.
  10. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus.
  11. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
  12. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis.
  13. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru
  14. Jadi Organ organ yang double membran tidak ditemukan misalnya mitocondria , Inti tanpa membran,  Reticulum endoplasma

Dinding sel 

  • Dinding sel tersusun atas Peptidoglikan yakni polisakarida yang berikatan dengan protein.
  • Dengan adanya dinding sel ini, tubuh bakteri memiliki bentuk yang tetap. Fungsi dinding sel adalah untuk melindungi sel.
  • Berdasarkan struktur protein dan polisakarida yang terkandung di dalam dinding sel ini, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri gram positif dan gram negatif.
  • Jika bakteri diwarnai dengan tinta Cina kemudian timbul warna pada dinding selnya, maka bakteri itu tergolong bakteri gram positif.
  • Sebaliknya, jika diberi warna dengan tinta Cina namun tidak menunjukkan perubahan warna pada dinding selnya, maka bakteri itu digolongkan ke dalam bakteri gram negatif.
  • Bakteri gram positif mempunyai peptidoglikan di luar membran plasma.

Bakteri Gram Negatif

  • Pada bakteri gram negatif, peptidoglikan terletak di antara membran plasma dan membran luar dan jumlahnya lebih sedikit.
  • Umumnya bakteri gram negatif lebih patogen.
  • Bakteri gram-positif dinding selnya terdiri atas 60-100 persen peptodoglikan
  • Semua bakteri gram-positif memiliki polimer iurus asam N-asetil muramat dan N-asetil glukosamin
  • Dinding sel beberapa bakteri gram positif mengandung substansi asam teikoat yang dikaitkan pada asam muramat dari lapisan peptidoglikan.
  • Asam teikoat ini berwujud dalam dua bentuk utama yaitu asam teikoat ribitoi dan asam teiokat gliserol fungsi dari asam teiokat adalah mengatur pembelahan sel normal.
  • Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna ungu.
  • Bakteri gram-negatifdinding sel gram negatif mengandung 10-20 % peptidoglikan,
  • Diluar lapisan peptidoglikan ada struktur membran yang tersusun dari protein fostolipida dan lipopolisakarida.
  • Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna merah.
  • Sumber : https://www.murid.co.id/

Jabar-Korea Akan Kerjasama Buat Sekolah Kopi Internasional

BANDUNG

Pemda Provinsi Jawa Barat mendorong promosi kopi sekaligus pariwisata Jawa Barat agar semakin mendunia melalui Sekolah Kopi Internasional. Jawa Barat akan bekerjasama dengan Korea untuk mendirikan sekolah kopi ini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan

sekolah ini akan berdiri di daerah pegunungan Jawa Barat. Karena di samping memberikan edukasi tentang kopi, melalui sekolah kopi ini diharapkan bisa menjadi sarana promosi keindahan alam Jawa Barat kepada dunia.

“Ada dua yang mau dikawinkan, yaitu promosi kopi Jawa Barat ke dunia dan promosi pariwisata,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan Mr. Dong Cheol Yoon, Presiden Universitas Sung Kyul dari Korea Selatan yang juga perwakilan International Coffee Association di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Jumat (11/1/19).

“Salah satu yang paling siap adalah sekolah internasional kopi dengan networking dari Korea. Karena orang Korea ini penggila kopi Asia yang indeksnya salah satu yang paling tinggi,” lanjutnya.

Pemda Provinsi Jawa Barat akan mencari tiga lokasi pegunungan dengan pemandangan alam menarik sebagai lokasi sekolah ini. Emil berharap melalui sekolah kopi ini akan meningkatkan kualitas kopi Jabar sekaligus mendorong ekonomi masyarakat.

Mudah-mudahan ini akan memperkuat kualitas perkopian kita

Jadi, ekonomi maju, brand kopi maju, pariwisata maju, dan Korea ternyata yang paling dulu, sehingga mudah-mudahan dalam enam bulan kita bisa resmikan sekolah kopi itu,” harap Emil.

Menurut Emil, apabila kopi Jawa Barat mendapat semakin banyak apresiasi dari dunia secara tidak langsung hal itu akan menjadi sarana promosi. Dengan begitu produksi kopi asli Jawa Barat akan meningkat.

“Sehingga nanti orderan kopi semakin banyak dan pengetahuan kopi lokal juga semakin bagus, jadi kopinya semakin luar biasa,” ucap Emil.

Emil menambahkan, pihaknya sengaja mengajak Korea untuk mendirikan sekolah kopi ini di Jawa Barat. Dengan harapan di Korea akan ada gerai atau kafe khusus yang menjajakan kopi asal Jawa Barat.

“Saya izinkan membuat sekolah itu sambil ada kewajiban mereka membuat kafe di Korea Selatan dengan 100% kopi Jawa Barat. Kalau ini tercapai, Insyaallah promosi pariwisata dapat, pengetahuan dapat, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sebagai salah satu negara yang memiliki pecinta kopi tertinggi di Asia

Korea memberikan kritik terhadap cita rasa kopi Jawa Barat. Kata Emil, menurut orang Korea petani kopi kita masih keliru dalam mencampur biji kopi yang sudah matang dengan biji kopi yang masih mentah. Hal ini menimbulkan rasa yang tidak seragam.

“Dari sisi waktu memetik sampai dijemur dan jadi green bean ternyata masih banyak kekeliruan, salah satunya yang ditemukan adalah petani masih memetik yang sudah matang dan tidak matang dicampur, sehingga rasanya tidak seragam. Ada enak di awal, kecut di akhir. Kira-kira begitu,” jelas Emil pada kesempatan yang sama.

“Tapi kalau dari (proses) green bean sampai roasting dan lain-lainnya itu dianggap sudah baik,” sambungnya.

Sementara itu, Kadin Jawa Barat melihat sekolah kopi ini akan menghadirkan wajah baru industri wisata Jawa Barat melalui kopi dengan target ekspor. Selain itu, Jawa Barat juga akan berpeluang menjadi pusat studi kopi sekaligus tempat wisata kopi.

Dunia kalau mau tentang kopi yang enak itu akan ke sini (Jawa Barat)

Jadi West Java itu become educational center for coffee through the tourism dengan target untuk meningkatkan ekspor kopi Jawa Barat,” ungkap pengurus Kadin Jawa Barat, Darningsih Rustiadji usai dirinya mendampingi Mr. Dong Cheol Yoon bertemu Emil.


Artikel Terkait:

Maksimalkan Alsintan, Jangan Biarkan Lahan Tidur

Menteri Pertanian

Andi Amran Sulaiman, meminta petani memaksimalkan alat mesin pertanian (alsintan) yang diberikan. Sebab, banyak manfaat dari penggunaan inovasi tersebut misalnya, menurunkan biaya olah lahan hingga 30 persen. Proses tanam pun menjadi lebih cepat.

Dulu proses tanam untuk satu hektar lahan butuh 25 orang

Sekarang cukup hanya dengan rice transplanter,” ujarnya di sela acara olah tanah menggunakan alsintan di Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (8/5/2018).

Olah tanam, dulu pakai kerbau butuh lima hari

Sekarang dengan traktor hanya butuh tiga jam, satu hektare selesai diolah,” ujar Amran.

Alsintan juga akan meningkatkan indeks pertanaman (IP). Yang biasanya satu kali tanam dalam setahun, kini bisa meningkat tiga kali lipat. pengertian hidroponik

Juga meningkatkan produktivitas

Karena tepat waktu,” lanjutnya. Untuk itu, Amran menghimbau “Jangan berikan kesempatan lahan untuk ‘tidur’ (tidak produktif, red).”

Amran juga mengingatkan bahwa pemanfaatan alsintan mampu menghemat anggaran dan menggenjot produksi setara Rp 316 triliun. Itu mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) sejak tahun 2015 sampai sekarang telah mengucurkan bantuan sebanyak 300 ribuan unit alsintan.

Selain itu, Amran juga berharap angka kemiskinan di Kabupaten Purbalingga dapat turun menjadi 8 % dari 18,18 %. “Purbalingga harus terbebas dari kemiskinan. Tanah subur di sini. Enggak boleh ada yang miskin,” tutupnya.

Bima Arya Dukung Penyaluran Bansos Harus Transparan dan Tepat Sasaran

Wali Kota Bogor

Bima Arya bersama Wakapolresta Bogor Kota AKBP Adiwijaya menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara Kementerian Sosial (Kemensos) dengan Kepolisian Republik Indonesia tentang Bantuan Pengamanan dan Penegakan Hukum dalam Penyaluran Bantuan Sosial melalui video conference di Aula Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jumat (11/01/2019) pagi.

Usai kegiatan, Wali Kota Bogor

Bima Arya bersama Polresta Bogor Kota siap melaksanakan arahan yang disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

”Arahan Menteri Sosial dan Kapolri yang diturunkan kepada Gubernur dan Kapolda Jawa Barat, bahwa ada hal-hal yang harus disinergikan terkait Bantuan Sosial (Bansos), harus transparan, tepat sasaran,” kata Bima.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor

Azrin Syamsudin menyebutkan, saat ini data penerima bansos pangan non tunai di Kota Bogor berjumlah 41.759, terdiri dari PPMT PKH 15.525 dan PPMT Non PKH 26 ribu lebih dari kuota yang diberikan sebanyak 51.750. Sedangkan berdasarkan dari data Kemensos, Kota Bogor memiliki data kurang lebih sebanyak 71 ribu.

“Data ini (71 ribu) yang akan diverifikasi dan divalidasi, rencananya dilakukan pada Februari atau Maret 2019. Setelah itu dikirim ke Kemensos untuk mendapatkan kuota,” terang Azrin saat mendampingi.

Usai penandatangan, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan pada tahun 2019 anggaran Bansos naik menjadi Rp 54,3 triliun dari jumlah anggaran bansos tahun 2018 sebesar Rp 39,1 triliun atau naik sebesar 38 persen. ipa biologi kelas 9

Pasca penandatangan tersebut

Kemensos bersama Kepolisian Republik Indonesia segera membentuk satuan kerja atau satuan tugas khusus pengamanan bantuan sosial agar tersalurkan dengan baik, aman dan terlindungi dari tindakan penyimpangan.

Dalam penyalurannya

Kemensos menerapkan standar 6 T, yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat waktu, tepat harga dan tepat cara. Bagi para kepala dinas sosial, Mensos menghimbau agar segera meng-up date data penerima Bansos.

Sementara itu Kapolri Jendral Tito Karnavian menyatakan, kepolisian siap mensinergikan bantuan dalam pengamanan penyaluran Bansos. Bantuan yang akan diberikan diantaranya pengamanan secara fisik maupun non fisik, pencegahan permasalahan hukum yang mungkin terjadi akibat potensi penyimpangan, membantu verifikasi penerima bansos dan yang lainnya.

Penandatanganan tersebut disaksikan juga Ketua Komisi VIII DPR RI M. Ali Taher yang menilai kesepakatan ini penting bagi kesejahteraan masyarakat luas. “Semoga ini bisa diimplementasikan dengan baik,” harapnya.

Budidaya Ikan di Kolam Terpal

Dalam rangka meningkatkan wawasan masyarakat tentang budidaya ikan serta sebagai salah satu usaha tambahan bagi masyarakat untuk menambah pendapatan keluarga maka Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pelatihan Teknis Perikanan Budidaya dan Pengolahan Produk Kelautan dan Perikanan Kepanjen menyelenggarakan kegiatan pertemuan dalam rangka sosialisasi budidaya ikan di karang taruna bertempat di Desa Turirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.

Pertemuan dihadiri oleh anggota karang taruna Desa Turirejo, ketua rukun tetangga, dan perangkat Desa Turirejo. Dalam pertemuan peserta dibekali materi tentang budidaya ikan di kolam terpal. kolam terpal dipilih dikarenakan mudah dalam pemasangan, dapat dipindah-pindahkan, harga relatif terjangkau, mudah dalam perbaikan apabila terjadi kebocoran. Tahapan dalam budidaya ikan di kolam terpal antara lain sebagai berikut :

Pemasangan Kolam Terpal.

Dasar tempat yang akan dipasang kolam terpal harus diratakan dan diberi alas berupa terpal bekas/sekam padi yang kering.

Pencucian/Pembersihan Kolam Terpal

Permukaan dinding dan dasar Kolam dibilas air bersih, dikeringkan selama 12 jam serta direndam menggunakan air bersih selama 3 hari, bertujuan untuk menghilangkan bau terpal/bahan kimia yang menempel pada permukaan terpal.

Persiapan Kolam

Pupuk Kolam Fermentasi : 30 gram/m3 dedak ditambahkan ragi tape dan tempe 1 sendok makan/m3 diberi air secukupnya dan dibungkus rapat, didiamkan selama 3 hari. Hari 1 : Diisi Airdengan ketinggian 40 cm, tebar dolomit/mill/kapur 200-300 gram/m3, probiotik 30-40 ml/m3, molase/gulapasir/gula jawa 20-30 gram/m3 dan masukkan pupuk kolam fermentasi dengan cara disaring ketika memasukkannya. Hari ke 4 : air dinaikkan 80-100 cm, pemberian dolomit/kapur 30-50 gram/m3, probiotik 10-15 ml/m3. Hari : 7 benih siap ditebar.

Penebaran Benih

Benih ikan yang sehat bergerak aktif, tidak cacat, tidak luka, respon pakan baik, tidak ada parasit yang menempel dibadan ikan, ikan berukuran seragam dan ikan tidak menggantung dipermukaan air. Sebelum ditebar dilakukan penyesuaian suhu air di kantong ikan dengan suhu air kolam dengan cara memasukkan kantong ikan kedalam kolam selama 5-10 menit lalu menebar ikan.

Pemberian Pakan

Pakan yang akan diberikan harus difermentasi terlebih dahulu. Pakan 2,5 kg dicampur dengan molase/gula pasir/gula merah 1 sendok makan dan air 500 ml. Dicampur merata dan ditutup rapat selama 1-2 hari dan pakan bisa diberikan. Dosis pakan 1,5 – 5 % dari berat total ikan di kolam. Pemberian secukupnya apabila pakan yang diberikan tidak dimakan dalam waktu 2 menit menandakan ikan sudah kenyang.

Pengelolaan Kualitas Air

Air kolam diganti berkala setiap 10 hari 10-20 cm dan penambahan probiotik 5ml/m3 dan kapur dolomit 30-50 gr/m3. saat pergantian ikan dipuasakan 24 jam

Seleksi Penyeragaman Ukuran (Untuk Ikan Lele)

Grading pertama dilakukan setelah 30 hari masa pemeliharaan, dan grading kedua dilakukan setelah 60 hari masa pemeliharaan.

Panen

Untuk ikan lele dapat dipanen 2,5-3 bulan, panen dilakukan pada pagi hari atau sore hari.

Selain penyampain materi didalam ruangan juga diperbantukan kolam terpal bulat dengan diameter 2 meter, benih ikan lele dan pakan ikan lele sebagai wadah peserta pertemuan dalam mempertajam pengaplikasian budidaya ikan dilapang sesuai dengan arahan yang diberikan ketika kegiatan pertemuan. (UPT PTPBP2KP Kepanjen)

Sumber : https://lahan.co.id/cara-budidaya-buah-naga-dalam-pot/

Teknologi Baru Ramah Lingkungan untuk Budidaya Udang

Komoditas udang telah lama menjadi salah satu andalan ekspor bagi Indonesia dari sektor kelautan dan perikanan. Komoditas yang masuk kelompok krustasea itu, sangat diminati oleh negara seperti Amerika Serikat, terutama kawasan pantai timur negara tersebut. Pada 2018 saja, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mematok target untuk mengekspor udang hingga senilai USD5 miliar.

Untuk mendukung pengembangan ekspor udang lebih komprehensif, berbagai upaya terus dilakukan oleh KKP, termasuk dengan menggenjot produksi udang dari berbagai jenis. Salah satunya jenis vaname, primadona para pemilik sentra budidaya udang di Indonesia.

Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) KKP pada akhir 2018 mengembangkan teknologi untuk budidaya vaname ultra intensif. Teknologi yang diberi nama Microbubble itu, menjadi andalan baru bagi produksi perikanan budidaya nasional untuk mengatasi kendala yang biasanya muncul.

Menurut Sjarief, pembudidaya kecil masih kalah dengan pembudidaya udang bermodal besar. Juga adanya keterbatasan lahan budidaya udang yang masih bergantung pada lahan darat, mengingat lokasi masih jauh dari sumber air laut atau payau.

Sehingga dibutuhkan teknologi akuakultur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, salah satunya microbubble dengan integrasi teknologi recirculating aquaculture system (RAS). Paduan teknologi itu bisa diterapkan untuk budidaya udang vaname. “Ramah lingkungan dan berkelanjutan, itu kuncinya,” ucapnya.

Duet Teknologi

Teknologi microbubble dan RAS, menurut Sjarief, bisa dikembangkan di lahan dengan kepadatan lebih dari 1000 ekor per meter kubik atau ultra intensif dan bisa menghasilkan produksi udang menjadi lebih baik serta hasil yang lebih banyak. Capaian itu mengalahkan capaian tertinggi sebelunya untuk budidaya udang, yakni budidaya supra intensif.

“Jadi, sebelumnya itu maksimal hanya sanggup dengan kepadatan 400 ekor per meter kubik,” jelasnya.

Duet teknologi microbubble dan RAS

Duet teknologi microbubble dan RAS juga memiliki kelebihan tidak perlu penggantian air, tidak ada limbah perikanan yang dibuang ke lingkungan, dan bisa diaplikasikan di tengah kota yang jauh dari sumber air laut, karena pengelolaan media air budidaya dilakukan secara berkelanjutan.

Kelebihan lainnya adalah proses budidaya tidak memerlukan lagi penyifonan, yaitu proses pembuangan lumpur limbah sisa pakan dan kotoran udang. Sebagai gantinya, limbah padatan pada sistem ini akan ditangkap pada penyaring fisik dan akan dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.

Sjarief menerangkan, teknologi microbubble adalah hasil ciptaan peneliti Pusat Riset Perikanan (Pusrikan) yang pembuatannya dilakukan secara sederhana dengan tujuan untuk mempermudah pembudidaya skala kecil menerapkannya secara mandiri. Namun, untuk mempercepat proses penggunaan, KKP juga akan memberikan pendampingan kepada para pembudidaya.

“Diharapkan hasil penemuan ini dapat menjadi solusi permasalahan yang timbul pada budidaya udang vaname sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Rifky Effendi Hardijanto pada kesempatan terpisah mengatakan, udang menjadi salah satu komoditas yang diandalkan untuk memacu nilai ekspor perikanan Indonesia. Selain udang, ada lima komoditas lain yang juga menjadi andalan, yaitu tuna, kepiting dan rajungan, gurita, rumput laut, dan cakalang serta tongkol.

Rifky mengatakan, pasar utama udang dari Indonesia adalah kawasan pantai timur (east coast) Amerika Serikat. Sementara, untuk kawasan pantai barat AS, hingga saat ini masih dikuasai oleh eksportir dari India. Sementara, untuk pasar Eropa, walau sudah masuk, namun hingga saat ini masih belum optimal.

Secara umum, Rifky menyebutkan, kebutuhan udang dunia hingga saat ini masih belum dapat dipenuhi oleh negara pemasok yang ada. Kondisi itu, menjadi peluang dan kesempatan emas bagi Indonesia untuk bisa mengoptimalkan komoditas udang nasional. Untuk itu, penggunaan teknologi dalam proses budidaya juga menjadi kebutuhan yang harus dilakukan.

Produksi induk vaname menggunakan seleksi massal dari keturunan persilangan indukan terpilih di BPIU2K KKP di Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem, Bali Timur. Udang ini masuk ke Indonesia sekitar tahun 2000 dan sekarang jadi primadona budidaya udang.

Udang Berkelanjutan

Menurut Rifky, di Indonesia sendiri saat ini unit pengolahan ikan (UPI) yang khusus untuk udang dan sudah beroperasi masih belum terlalu banyak. Sementara, dari pengakuan para pengusaha dan eksportir udang, bahan baku udang juga masih cukup sulit untuk didapatkan. Itu artinya, harus ada perbaikan dari sektor hulu hingga ke produsen udang.

“Tambaknya ini yang harus kita perbanyak. Jadi kita dorong intensifikasi dan penggunaan teknologi kolam bioflok udang,” tambahnya.

Selain itu, Rifky juga mendorong para investor berinvestasi di sektor pembibitan, karena dinilai sangat menguntungkan secara ekonomi. Peningkatan nilai udang dari benur hingga menjadi bibit udang yang siap dibesarkan sangatlah besar atau berkali-kali lipat.

“Makanya KKP merencanakan program tambahan ekspor USD1 miliar komoditi udang dalam 3 tahun ke depan, di 2021. Dan ini kuncinya adalah bagaimana kita bisa mendorong produksi di hulu, mulai dari hatchery, nursery, dan pembesaran,” tuturnya.

Adapun di sektor hatchery, Rifky menilai perlu keterlibatan investor-investor yang memiliki pengalaman cukup panjang. Selain investor, perlu pula penataan daerah yang akan difokuskan sebagai sentra pengembangan industri penetasan udang, sehingga terbentuk klasterisasi yang dapat mempermudah jalur logistik penyiapan rantai benih.

Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah) didampingi Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto (3 dari kiri) melihat lokasi percontohan untuk teknologi resirculating aquaculture system (RAS) di desa wisata Bokasen, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada awal Maret 2018.

Artikel Terkait:

Ilmuan Jepang Klaim Bisa Produksi Ginjal dari Embrio Tikus

JAKARTA

Para ilmuwan di Jepang berhasil memproduksi ginjal dalam embrio tikus menggunakan sel induk tikus lainnya. Metode diyakini mampu diimplementasikan di masa depan.

Seperti dilansir dari Reuters

Namun, para peneliti menekankan bahwa pencapaian tersebut masih dalam tahap awal karena berbagai kelemahan seperti kendala teknis dan masalah etika yang kompleks perlu ditingkatkan sebelum proses dapat dilakukan pada manusia.

Teknik yang sama sebelumnya dilakukan untuk menghasilkan pankreas di tubuh tikus.

Tetapi produksi ginjal, yang merupakan studi terbaru, adalah keberhasilan pertama yang membuktikan metode suatu hari untuk mengatasi masalah kekurangan organ untuk disumbangkan kepada orang yang menderita kerusakan ginjal.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal komunikasi alami dimulai dengan proses identifikasi rumah yang ideal untuk pembentukan ginjal.

Para peneliti mengumpulkan struktur embrio tikus yang secara genetis telah dimodifikasi.

Embrio kemudian disuntikkan dengan sel induk tikus yang belum matang dan kemudian ditanamkan di rahim tikus lain.

Sel punca yang tidak dewasa atau pluripoten adalah sel yang dapat tumbuh menjadi berbagai sel dan jaringan yang membentuk organ dan anggota tubuh.

Para peneliti menemukan bahwa sel-sel induk telah berhasil membentuk ginjal yang berfungsi dengan baik dalam tubuh tikus.

Sumber : Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Pengertian Kompetensi Menurut Para Ahli

Kompetensi merupakan suatu karakteristik yang mendasar dari seseorang individu, yaitu penyebab yang terkait dengan acuan kriteria tentang kinerja yang efektif ”A competency is an underlying characteristic of an individual that is causally related to criterion-referenced effective and/or superior performance in a job or situation“ (Spencer & Spencer, 1993:9). Karakteristik yang mendasari (underlying characteristic) berarti kompetensi merupakan bagian dari kepribadian seseorang yang telah tertanam dan berlangsung lama dan dapat memprediksi perilaku dalam berbagai tugas dan situasi kerja.

Kompetensi

Penyebab terkait (causally related) berarti bahwa kompetensi menyebabkan atau memprediksi perilaku dan kinerja (performance). Acuan kriteria (criterion-referenced) berarti bahwa kompetensi secara aktual memprediksi siapa yang mengerjakan sesuatu dengan baik atau buruk, sebagaimana diukur oleh kriteria spesifik atau standar. Kompetensi (Competencies) dengan demikian merupakan sejumlah karakteristik yang mendasari seseorang dan menunjukkan (indicate) cara-cara bertindak, berpikir, atau menggeneralisasikan situasi secara layak dalam jangka panjang.

Ada lima tipe karakteristik kompetensi, yaitu:

  1. motif-motif (motives), sesuatu yang secara konsisten dipikirkan dan diinginkan, yang menyebabkan tindakan seseorang
  2. ciri-ciri (traits), karakteristik fisik dan respon-respon yang konsisten terhadap situasi atau informasi
  3. konsep diri (self-concept), sikap-sikap, nilai-nilai atau gambaran tentang diri sendiri seseorang
  4. pengetahuan (knowledge), informasi yang dimiliki seseorang dalam area spesifik tertentu
  5. keterampilan (skill), kecakapan seseorang untuk menampilkan tugas fisik atau tugas mental tertentu.

Level kompetensi seseorang terdiri dari dua bagian. Bagian yang dapat dilihat dan dikembangkan, disebut permukaan (surface) seperti pengetahuan dan keterampilan, dan bagian yang tidak dapat dilihat dan sulit dikembangkan disebut sebagai sentral atau inti kepribadian (core personality), seperti sifat-sifat, motif, sikap dan nilai-nilai. Menurut kriteria kinerja pekerjaan (job performance criterion) yang diprediksi, kompetensi dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu kompetensi permulaan atau ambang (threshold competencies) dan kompetensi yang membedakan (differentiating competencies). Yang pertama (threshold competencies) merupakan karakteristik esensialminimal (biasanya adalah pengetahuan dan keterampilan) yang dibutuhkan oleh seseorang untuk dapat berfungsi efektif dalam pekerjaannya akan tetapi tidak membedakan kinerja pekerja yang superior dan kinerja pekerja yang biasa saja. Kompetensi kategori kedua adalah kompetensi yang membedakan yaitu faktor-faktor yang membedakan antara pekerja yang memiliki kinerja superior dan biasa-biasa saja (rata-rata).

Kinerja profesional konselor sekolah merujuk pada sejumlah perilaku nyata yang harus ditunjukkan pada saat melakukan tugas-tugas profesional sebagai konselor sekolah sesuai dengan indikator yang ditetapkan di dalam Standar Kualifikasi Pendidikan dan Kompetensi Konselor SKPKK). “Mutu” dalam studi ini merujuk pada ‘mutu sebenarnya’ (quality in fact) yang diartikan sebagai pemenuhan spesifikasi sebagaimana yang telah ditetapkan (Sallis,1993). Kinerja konselor sekolah dinyatakan bermutu jika dia menunjukkan perilaku tugas yang sesuai dengan indikator kompetensi inti yang ditetapkan dalam SKPKK. Mutu kinerja konselor sekolah, dengan demikian merujuk pada derajat kesesuaian antara perilaku nyata yang ditunjukkan oleh konselor sekolah pada saat melaksanakan tugastugas spesifik sebagai konselor sekolah dengan indikator kompetensi inti yang ditetapkan di dalam SKPKK. Semakin sesuai kinerja seseorang konselor sekolah dengan spesifikasi
yang ditetapkan dalam SKPKK, maka semakin bermutu kinerja profesional konselor sekolah yang bersangkutan. Mutu kinerja profesional konselor sekolah dengan demikian dapat diartikan sebagai terpenuhinya spesifikasi perilaku tugas profesional oleh konselor sekolah sesuai dengan yang ditetapkan dalam indikator SKPKK.